LAPORAN
PRATIKUM KIMIA ORGANIK I PERCOBAAN 1
“ANALISA KUALITATIF UNSUR-UNSUR ZAT ORGANIK ”
DISUSUN
OLEH :
DESRI INDAH RAHMADONA (A1C119041)
DOSEN
PENGAMPU
Dr.Drs.SYAMSURIZAL, M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN
ILIMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
20211
VII.
DATA PENGAMATAN
|
Prosedur |
Fungsi alat dan bahan |
Tujuan |
Hasil |
|
Dimasukkan
garam kedalam tabung reaksi ,Dipanaskan diatas Bunsen, gunakan penjepit untuk
memegang tabung reaksi tersebut ketika melakukan pemanasan |
1.
Cawan porselen berfungsi untuk memanaskan zat 2.
Penjepit kayu berfungsi untuk menjepit tabung reaksi dan cawan porselin pada
saat zat dipanaskan di atas bunsen 3.
Bunsen berfungsi untuk memanaskan zat 4.
Pipet tetes berfungsi untuk
mengambil zat yaitu As. Phosphat dan As. Asetat glasial 5.
Beaker gelas berfungsi menyimpan zat sebelum dimasukan kedalam tabung reaksi 6.
Garam, gula,, As. Fosfat dan As. Asetat glasial berfungsi sebagai
zat uji yang mengandung karbon |
Dilakukan
pemanasan bertujuan untuk mengamati perubahan pada garam baik perubahan warna
maupun peubahan volum dan apakah mengalami penguapan |
Tidak
berubah warna |
|
Dimasukkan
gula kedalam cawan porselen ,Dipanaskan diatas bunsen , gunakan penjepit
untuk memegang cawan porselen tersebut ketika melakukan pemanasan |
Dilakukan
pemanasan bertujuan untuk mengamati perubahan pada gula baik perubahan warna
maupun peubahan volum dan apakah mengalami penguapan |
Mengalami
perubahan warna pada gula yaitu menjadi karamelisasi atau hitam kecoklatan |
|
|
dimasukkan
asam fosfat kedalam tabung reaksi dengan menggunakan pipet tetes ,dipanaskan
diatas bunsen , gunakan penjepit untuk memegang tabung reaksi ketika
melakukan pemanasan |
Dilakukan
pemanasan bertujuan untuk mengamati perubahan pada asam fosfat baik perubahan
warna maupun peubahan volum dan apakah mengalami penguapan |
Tidak
mengalami perubahan warna , tetaoi sampel mengalami penguapan dan menyisakan
residu , berarti didalam sampel asam asetet mengandung unsure hydrogen |
|
|
dimasukkan
asam asetat glasial kedalam beaker
gelas secukupnya, dimasukkan asam asetat glasial kedalam tabung reaksi ,dipanaskan
diatas Bunsen, gunakan penjepit untuk memegang tabung reaksi ketika melakukan
pemanasan |
Dilakukan
pemanasan bertujuan untuk mengamati perubahan pada asam asetat glasial baik
perubahan warna maupun peubahan volum dan apakah mengalami penguapan |
Mengalami
penguapan,volume berkurang tidak menyisakan residu |
VIII.
PEMBAHASAN
Berdasarkan table data
pengamatan di atas , agar dapat mendeteksi keberadaan unsur karbon maka
dilakukan dengan pembakaran atau pemanasan terhadap suatu sampel. Pada
percobaan ini menggunakan empat bahan yaitu garam , gula , asam fosfat dan asam
asetat glasial.
Pada
saat garam dipanaskan dengan menggunakan Bunsen tidak mengalami perubahan warna
menjadi coklat kehitaman Karena didalam garam tidak terdapat unsure karbon ,
pada sampel garam terdapat unsur natrium dan klorida dalam garam bisa
menggunakan metode purposive sampling. Yang keduan pada saat gula dipanaskan
dengan Bunsen mengalami perubahan warna yaitu mengalami karamelisasi dengan
mengalami karamelisasi dapat disumpulkan bahwa gula mengandung karbon , karena
suatu sampel jika mengandung karbon bila dipanaskan mengalami perubahan warna
menjadi coklat kehitaman. Gula pasir ketika dipanaskan menghasilkan CO2
dan H2O
C12H22O11(S)
+ 12 O2(g)
> 12 CO2(g) + 11 H2O
Sampel yang ketiga
yaitu asam fosfat didalam asam fosfat tidak mengandung unsur karbon melainkan
mengandung unsur hydrogen karena saat pemanasan / pembakaran asam fosfat
mengalami penguapan. Sampel yang ke empat adalah asam asetat glasial saat
dipanaskan asam asetat glasial tidak mengalami perubahan warna dan tidak
terdapat unsur karbon didalamnya , tetapi asam asetat glasial mengandung unsur
hydrogen karena saat dibakar asam asetat mengalami penguapan.
IX.
PERTANYAAN
1.
Apakah ada cara lain selain pemanasan
untuk mengidentifikasi unsur karbon dalam suatu sampel
2.
Mengapa asam fosfat dan asam asetat
glasial saat dilakukan pemanasan menyisakan residu? Jelaskan !
3.
Bagaimana cara untuk menguji suatu
sampel terdapat unsur hydrogen dalam suatu sampel?
X.
KESIMPULAN
Berdasarkan video percobaan yang
telah diamati , maka bisa disimpulkan bahwa untuk mengidentifikasi suatu sampel
mengandung unsure karbon bisa menggunakan cara pembakaran / pemanasan karena
bisa kita amati jika suatu sampel mengalami atau perubahawan warna coklat
kehitaman maka didalam sampel tersebut terdapat unsur karbon , dan juga ketika
suatu sampel mengandung unsur hydrogen maka saat pembakaran / pemanasan
terjadinya penguapan.
XI.
DAFTAR PUSTAKA
Indarto. 2015.
Uji kualitatif dan kuantitatif golongan senyawa organik dari kulit dan kayu
batang tumbuhan. Vol . 4 . No. 1
(http://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/al-biruni/article/view/82)
Karyani , l.g
dwi . Analisis kualitatif zat organik analisis unsure dan gugus fungsional.
Jurnal pendidikan kimia.
Rosyidan,
cahaya. Sunardi.2013. Identifikasi kadar unsur yang terkandung dalam hewan di
sungai gajahwong yogyakarta dengan metode aanc (analisis aktivasi neutron
cepat). Jurnal fisika. Vol .3 . No . 1
(https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jf/article/download/3961/3617)
Underwood, A.L.
2002. Anaisis Kimia Kuantitatif. Jakarta : erlangga

assalamualaikum warrahmatullahi wabarokatu, saya mitha udhiyah dengan nim A1C119006, izin menjawab pertanyaan nomor 1. untuk mengidentifikasi unsur karbon terdapat berbagaimacam cara diantaranya dengan :
BalasHapus1. Uji kapur dimana pada uji ini Dilakukan dengan cara melewatkan gas CO2 ke dalam larutan kapur. Larutan kapur yang semula bening akan menjadi keruh
2. Uji kertas kobalt. dimana Uap air yang terbentuk dari hasil pembakaran diteteskan pada kertas kobalt yang berwarna biru kemudian akan berubah warna menjadi merah jambu.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSaya Novia Rahmadhani dengan nim A1C119023 izin menjawab pertanyaan nomor 3. Untuk menguji apakah terdapat hidrogen dalam suatu sampel dapat menggunakan uji kertas kobalt. Pengujian menggunakan kertas kobalt ini dilakukan dengan cara menyentuhkan kertas kobalt kepada uap air hasil pembakaran senyawa karbon. Jika bereaksi dengan uap air kertas kobalt yang berwarna biru akan berubah warna menjadi merah jambu. Selain itu dapat juga menggunakan cara pembakaran, apabila sampel mengalami penguapan dan menyisakan residu maka terdapat hidrogen di dalamnya
BalasHapusbaiklah saya dio al kautsar dengan nim a1c119039 akan menjawab pertnyaan nomor 2 nah kenapa pada sam fosfat dan asam asetat glasial saat dilakukan pemanasan menyisakan residu karena pada saat dipanaskan dan melihat perubahan ada beberapa bagian yang mengalami penguapan dan ada juga yang tidak mengalami penguapan karena ada sisa yang tidak bisa mengalami penguapan dan yang menguap akan menjadi gas dan residunya menjadi berupa padatan.Dalam suatu reaksi kimia jika jumlah massa dari senyawa-senyawa reaktan tidak sama dengan jumlah produk yang tebentuk maka akan menghasilkan atau menyisakan zat sisa atau residu.
BalasHapus