LAPORAN PRATIKUM KIMIA ORGANIK I

PERCOBAAN 2

PENENTUAN KELAS KELARUTAN

 



 

DISUSUN OLEH :

DESRI INDAH RAHMADONA (A1C119041)

 

DOSEN PENGAMPU

Dr.Drs.SYAMSURIZAL, M.Si

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILIMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021

 

 

 

 

 

VII. DATA PENGAMATAN

PROSEDUR

FUNGSI ALAT DAN BAHAN

TUJUAN

HASIL

Pertama melakukan uji 1 dengan menggunakan gelas nomor 1,2 dan 3 Dituangkan air mineral (gelas 1), air dingin (gelas 2) dan air panas (gelas 3) ke dalam gelas. Dimasukan gula pasir 1 sendok teh kedalam gelas 1,2,3, lalu diaduk dengan sendok dengan kecepatan sedang.

 

1.Gelas ukur    Sebagai wadah air

 

2.Sendok Sebagai alat takaran jumlah larutan gula yang dibutuhkan

 

3. gelas plastik (1, 2, dan 3) Sebagai wadah dalam penentuan kelarutan gula dalam berbagai jenis air

 

4.3 gelas plastik (4,5 dan 6) Sebagai wadah dalam penentuan kelarutan gula dalam air

 

5.3 gelas plastik (7,8 dan 9) Sebagai wadah dalam penentuan kelarutan gula dalam air

 

6.Air Sebagai pelarut

 

7.Gula Sebagai zat terlarut yang akan dianalisis

 

Tujuannya untuk mengetahui  perbedaan lama waktu gula larut dalam air yang di lihat dari perbedaan suhu masing-masing air

 

Pada gelas nomor 1 , diperoleh suhu air 25◦C  dan lama waktu gula larut dalam air yaitu 43,9 detik

Pada gelas nomor 2, diperoleh suhu air 10◦C dan lama waktu gula larut 1menit 11 detik.

Pada gelas nomor 3, diperoleh  suhu air 95◦C dan lama waktu gula larut dalam air 29,61 detik.

Jadi pada gelas no 3 gula melarut lebih cepat karena suhu air gelas no 3 lebih tinggi dan semakin tinggi suhu maka gula akan larut lebih cepat.

 

Kedua melakukan uji 2 dengan menggunakan gelas nomor 4,5 dan 6.Dituangkan air mineral (gelas 4), air dingin (gelas 5) dan air panas (gelas 6) ke dalam gelas Dimasukan gula pasir 1 sendok teh kedalam gelas 4,5 dan 6,

Lalu pada gelas no 4 diaduk dengan kecepatan tinggi .Pada gelas no 5 diaduk dengan kecepatan sedang , Pada gelas no 6 diaduk dengan kecepatan pelan.

 

Tujuannya untuk mengetahui kelarutan gula dalam air yang dilihat dari perbedaan pengadukan tmasing-masing geals

 

Pada gelas nomor 4, diperoleh suhu air 25◦C  dan lama waktu gula larut dalam air 24,17 detik.

Pada gelas nomor 5 , diperoleh  suhu air 25◦C dan lama waktu gula larut dalam air 45,90 detik.

Pada gelas nomor 6, diperoleh suhunya 25◦C dan lama waktu gula larut dalam air 1 menit 4 detik.

Jadi gelas no 4 gula lebih cepat larut disebabkan diaduk dengan kecepatan tinggi, dan semakin besar kecepatan pengadukan semakin cepat agula larut dalam air.

 

Ketiga melakukan uji 3 menggunakan gelas nomor 7,8 dan 9 , Dituangkan air mineral (gelas 7), air dingin (gelas 8) dan air panas (gelas 9) ke dalam gelas. Dimasukan gula pasir 1 sendok teh kedalam gelas no 7,lalu diaduk dengan kecepatan sedang. Dimasukan gula tumbuk 1 sendok teh kedalam gelas no 8,lalu diaduk dengan kecepatan sedang. Dimasukan gula halus1 sendok teh kedalam gelas no 9,lalu diaduk dengan kecepatan sedang.

 

Tujuannya untuk mengetahui kelarutan gula dalam air yang dilihat dari perbedaan ukuran partikel gula

 

Pada gelas nomor 7 , diperoleh suhu air 25◦C  dan lama waktu gula larut dalam air 45,18 detik.

Pada gelas nomor 8 , diperoleh suhu air 25◦C dan lama waktu gula larut dalam air 30,18 detik.

Pada gelas nomor 9 , diperoleh suhu air  25◦C  dan lama waktu gula larut dalam air 21,85 detik.

Jadi pada gelas no 9 gula lebih cepat larut disebabkan ukuran partikel gula lebih kecil dan semakin kecil ukuran partikel gula makan semakin cepat gula larut dalam air 

 

 

VIII. PEMBAHASAN

Berdasarkan table data pengamatan diatas bahwa kelarutan suatu zat antara zat pelarut dan zat terlarut itu sangat mempengaruhi masing-masing. Kelarutan suatu zat atau sampel itu dipengaruhi dalam beberapa faktor yang pertama itu adalah suhu, disini suhu suatu pelarut sangat lah mempengaruhi kecepatan kelarutan tersebut karena semakin tinggi suhu suatu zat pelarut maka semakin cepat zat atau sampel itu terlarut, ketika partikel pada suhu tinggi bergerak lebih cepat oleh karena itu zat pelarut dan terlarut bekerjasama dalam melarutkan. Dari data diatas dapat dilihat ketika suhu 10◦C , 25◦C dan 95◦C yang lebih cepat gula melarut itu yang suhu 95◦C karena suhunya tinggi dan membuat energi kinetic pada partikel saling bertumbukan dan gula cepat melarut.

Faktor yang kedua adalah volume atau banyaknya zat pelarut ini salah satu menjadi faktor pada kelarutan zat pelarut karena semakin banyak volume zat pelarut maka semakin mudah zat terlarut akan melarut karena contohnya zat pelarut yang digunakan adalah air dan zat terlarut adalah gula , jika 1000 ml air (air adalah zat pelarut) dan dimasukan 1 sendoh the gula (gula sebagai zat terlalut) dengan air 4000 ml air ( air sebagai zat pelarut) dan dimasukkan 1 sendok teh gula (gula sebagai zat terlarut) maka diantara kedua itu yang lebih cepat adalah dengan air 4000 ml karena semakin tinggi atau banyak zat pelarut maka semakin mudah partikel-partike dari gula untuk melarutkan karena banyaknya ruang atau rongga yang bertumbukan pada partikel air dengan demikian dengan volume atau kapasitas pelarut yang tinggi gula mudah larut.

Faktor yang ketiga yaitu pengadukan ,faktor pengadukan sangat mempengaruhi sekali dalam kelarutam suatu zat pelarut. Karena semakin cepat pengadukan maka zat atau gula akan cepat terlarut dan sebaliknya semakin lama pengadukan maka zat atau gula akan semakin lama terlarut. Semakin cepat pengaduk maka partike antar gula atau sampel terlarutdengan pelarutnya yaitu air yaitu akan sangat mudah untuk bertabrakan anatar partikel-partikelnya oleh karena itulah mengapa saat pengadukan dengan kecepatan yang tinggi membuat larutan cepat larut.

Yang keempat yaitu ukuran zat terlarut, ukuran zat terlarut salah satu faktor yang sangat mempengaruhi sekali karena semakin kecil ukuran zat terlarut maka larutan tersebut semakin mudah untuk melarut dapat kita lihat dari data pengamatan diatas bahwa anatar gula pasir, gula tumbuk dan gula halus yang cepat larut dalam air itu duluan adalah gula halus karena gula halus disini memiliki ukuran partikel yang sangat kecil dan membuat gula halus mudah larut dan sebaliknya semakin besar ukuran partikel gula atau zat maka akan semakin susah untuk larut dan membutuhkan waktu yang cukup lama.

Kelarutan gula dan air itu terjadi karena gula dan air memiliki kelarutan yang tinggi.

 

IX. KESIMPULAN

Kelarutan suatu sampel, zat atau antara zat pelarut dan terlalut itu dipengaruh oleh faktor-faktor yaitu pengaruh suhu yang tinggi, proses pengadukan yang cepat, volume zat pelarut yang banyak dan ukuran zat yang kecil.

Dan juga kelarutan antara gula dan garam bisa mudah larut karena kelarutan yang tinggi dan juga karena pelarutnya adalah air karena air disini memiliki sifat yang polar.

 

X. PERTANYAAN

1. jika gula dilarutkan dalam air sabun apakah gula tersebut dapat larut dengan sempurna ? jelaskan!

2. selain menggunakan zat pelarut air , zat pelarut apakah yang bisa membuat gula larut dengan baik ?

3. air merupakan zat pekarut yang sering digunakan untuk melarutkan zat , jadi kenapa ketika air dilarutkan dengan minyak tidak bisa terlarut ? jelaskan

 

XI. DAFTAR PUSTAKA

Yoga,willybrordus. Rini, hendriani. 2015. Teknik Peningkatan Kelarutan Obat. Jurnal fakultas farmasi. Vol .4. No.1.

Trisnowati, eli.dkk. 2019. Bongkar pola soal ipa. Yogyakarta : pustaka widyatama.

Imtihadi, Hilda.2020. biopolymer kitosan dan penggunaan dalam formula obat. Kota baru driyorejo : graniti

Oxtoby, gillis. 2001. Prinsip Kkimia Modern. Jakarta : erlangga

Komentar

  1. assalamualaikum warrahmatullahi wabarokatu, saya mitha udhiyah dengan nim A1C119006 izin menjawab pertanyaan nomor 3. air tidak bisa menyatu dengan minyak dikarenakan sifat molekul dari air dan juga minyak itu berbbeda yang menyebkan keduanya tidak bisa bersatu. air memiliki sifat yang polar sedangkan minyak memiliki sifat yang nonnpolar maka dari itu keduanya jika digabungkan tidak bisa bersatu dan saling melarutkan

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Baiklah perkenalkan saya Cyntia Widi Udya dengan NIM A1C119011 akan menjawab pertanyaan no 2. Menurut saya zat pelarut yang bisa melarutkan gula selain air adalah tidak ada karena air adalah zat terlarut yang serba guna Air adalah pelarut yang serbaguna. Kemampuan air dalam melarutkan zat tersimpan dalam polaritas yang dimiliki oleh molekul air. Air dapat melarutkan zat-zat yang bersifat ionik atau bersifat polar. Cara air melarutkan suatu zat yaitu dengan menarik sisi-sisi ionik atau sisi-sisi polar dari suatu zat terlarut. Misalnya seperti contoh kejadian di atas, gula dapat larut dalam air karena molekul air menarik sisi-sisi polar dari molekul gula, sehingga terbentuk larutan gula.

    BalasHapus
  4. Assalamualaikum saya Marwina Apriyanti (A1C119017) akan menjawab pertanyaan nomor 1.
    gula dapat larut dalam air sabun dengan sempurna asalkan suhu pada air sabun tersebut tinggi dan pengadukkannya juga dilakukan dengan cepat.

    BalasHapus

Posting Komentar