JURNAL PRATIKUM KIMIA ORGANIK I

PERCOBAAN 6

REAKSI ALDEHID

 



 

DISUSUN OLEH :

DESRI INDAH RAHMADONA (A1C119041)

 

DOSEN PENGAMPU

Dr.Drs.SYAMSURIZAL, M.Si

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILIMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021

 


PERCOBAAN 5

I.              Judul                             : reaksi-reaksi zat aldehid

 

II.           Hari, tanggal    : Senin, 22-Maret-2021

 

2.1  Tujuan                 : 1. untuk melihat terjadinya  reaksi  aldehid dengan uji

identifikasi aldehid, uji reagen tollens, fehlin dan iodoform

  2. untuk mengidentifikasi gugus aldehid

 

III.        Landasan Teori :

Aldehid merupakan suatu senyawa yang berasal dari alam yang terpapar suatu  karbonil. Untuk penamaaan nya diganti akhiran A menjadi akhirannya AL. alfehid ini terjalin pada suatu  ikatan ganda oleh sebab itu menjalin adisi.. aldehid ini bisa dipersepsikan dengan menggunakan tollens, fehlin A dan B serta iodoform (Cahyono, 2013).

 

Aldehid tidak mempunyai atau tidak terpapar suatu unsure hydrocarbon yang terjalin serta mengacu pada carbon karbonil. Aldehid merupakan suatu tidak terdapat atau terpapar hydrogen yang terjalin pada oksigen , oleh karena itu tidak bisa terjalin pada suatu ikatan hydrogen yaitu example alcohol (Fassenden, 1997).

 

Banyak sekali digunakan serta dimanfaatkan aldehid  untuk membuat resin, larutan warna, bermacam-macam obat-obatan,. Tetapi perlu hati-hati bahwa aldehid juga mempunyai bahaya bagi manusia, yaitu kemampuan suatu terdampak pada toksik aldehid yaitu terpapar pada suatu adanya pengelompokkan suatu gugus carbonyl pada tubuh manusia. Hal tersebut bisa membawak efek yang sangat bahaya bagi tubuh manusia yaitu penyakit yang membahayakan seperti contohnya diabetes, hati , darah tinggi, serta penyakitan penuaan sebagainya (Hart, 1990).

 

 

IV.        Alat dan Bahan

4.1         Alat

1.      Pipet tetes

2.      Beker gelas

3.      Gelas ukur

4.      Tabung reaksi

5.      Lampu spiritus

6.      Kaki tiga

4.2         Bahan

1.      Asetaldehid

2.      Aston

3.      2,4 dinitrofenilhidrazin dengan HCl

4.      NH4OH 2 N

5.      AgNO3 0,1 N

6.      Fehling A

7.      Fehling B

8.      I2 dalam KI

9.      Aquades

10.  NaOH 10 %

V.           Prosedur Kerja

5.1         Identifikasi gugus aldehid

1.        Dimasukkan 2,4 dinitrofenilhidrazin dengan HCl kedalam tabung reaksi 1 dan 2

2.        Ditambahkan asetaldehid tetes demi tetes pada tabung 1 dan pada tabung 2 ditambahkan tetes demi tetes aseton 

3.      Diamati perubahan yang terjadi

5.2         Menggunakan Reagen Tollens

1.        Disediakan tabung reaksi yang telah dibilas dengan NaOH panas dan aquades

2.        Dimasukkan pada tabung 1 2 ml AgNO3 0,1 N dan beberapa tetes NaOH lalu ditambahkan beberapa tetes NH4OH 2 N hingga endapan terbentuk larut

3.        Setelah endapan larut bagi 2 larutan kedalam tabung reaksi

4.        Ditambahkan asetaldehid dan aseton pada masing-masing tabung reaksi

5.        Dipanaskan tabung dengan penangas air

6.        Diamati perubahan yang terjadi

5.3         Menggunakan Reagen fehling A dan B

1.        Disediakan 2 tabung reaksi, masing-masing tabung masukkan 4 tetes fehling A dan B

2.        Ditambahkan 4 tetes asetaldehid dan 4 tetes aseton pada masing-masing tabung reaksi

3.        Dipanaskan dengan penangas larutan tadi selama 5 menit

4.        Diamati perubahan yang terjadi

5.4         Uji Iodoform

1.        Dimasukkan I2 kedalam Ki ke dalam tabung yang berisi sampel

2.        Ditambahkan tetes demi tetes NaOH pada tabung yang 1 hingga warna coklat iodin hilang

3.        Ditambahkan tetes demi tetes NaOH pada tabung ke 2 hingga warna coklat iodin hilang

4.        Dipanaskan selama 5 menit ke 2 tabung reaksi tadi

5.        Diamati perubahan yang terjadi

 

Link video : https://youtu.be/xsrR4C9Ho4Q

VI.        Pertanyaan

1.             Kenapa pada video tabung reaksi dicuci dengan NaOH dan aquades. Jika menggunakan air biasa saja apakah tidak boleh?

2.             Kenapa pada percobaan uji iodoform memanaskan airnya pada waktu 5 menit? Apakah tidak boleh menggunakan waktu yang lebih lama agar mencapai titik didih larutan tersebut?

3.             Pada saat pemanasan kenapa tabung reaksi tidak di panaskan secara langsung kenapa harus ada baker gelas yang berisi air barulah diletakkan tabung reaksi yang berisi larutan tersebut baru dipanaskan ?

Komentar

  1. Baiklah perkenalkan saya gadis septyo wulandari dengan nim a1c119026. Izin menjawab permasalahan nomor 1,tabung dibilas NaOH panas dan aquades untuk membersihkan sisa sisa zat yang telah diuji cobakan maka dari itu dengan perlakuan tersebut tidak ada lagi zat yang tersisa sehingga tidak mempengaruhi hasil reaksi. Menggunakan air biasa boleh akan tetapi lebih baik jika menggunakan NaOH panas dan aquades

    BalasHapus
  2. baiklah, saya Desi Anis Satriani dengan NIM A1C119014 akan mencoba menjawab pertanyaan no. 2
    sebenarnaya wajtu yang digunakan disini tidak mempengaruhi proses uji disini. waktu disini hanya digunakan sebagai patokan proses reaksi sehingga kita dapat melihat reaksi apa yang terjadi pada selang waktu 5 menit tersebut. nah, untuk pemanasan yang lebih lama maka akan mendpatkan titik didih yang lebih sempurna daripada hanya waktu 5 menit.

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum. Saya Teguh Arizki (A1C119008) akan menjawab permasalah no 3.
    Adapun tujuan dari pemanasan harus ada baker gelas yang berisi air barulah diletakkan tabung reaksi yang berisi larutan tersebut baru dipanaskan adalah untuk menjaga suhu pemanasan agar stabil, jadi nantinya air yang akan menjadi perantara pemanasan, oleh karena itu dipastikan larutan dalam tabung reaksi sepenuhnya terendam didalam gelas beker.


    BalasHapus

Posting Komentar