LAPORAN
PRATIKUM KIMIA ORGANIK I
PERCOBAAN
4
“PEMURNIAN ZAT PADAT”
DISUSUN
OLEH :
DESRI INDAH RAHMADONA (A1C119041)
DOSEN
PENGAMPU
Dr.Drs.SYAMSURIZAL, M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN
ILIMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
VII.
Data Pengamatan
7.1 Metode
Rekristalisasi
|
Prosedur |
Fungsi alat dan bahan |
Tujuan |
Hasil
|
|
1.Disiapkan
air panas sebanyak 50 ml 2.Dimasukan
asam benzoat kedalam gelas kimia 100 ml
sebanyak 5 gr 3.Ditambahkan
air panas sedikit demi sedikit hingga larut sambil diaduk 4.Disaring
campuran tadi dalam keadaan panas dan tampung filtratnya dalam gelas kimia
yang lain Endapan
yang tertinggal disiram dengan air panas 5.Setelah
itu dijenuhhkan filtrat Selama 5-10 menit setelah itu 6.didinginkan hingga
membentuk Kristal 7.Disaring
Kristal yang terbentuk kemudian keringkan |
1.Air
panas sebagai pelarut 2.Asam
benzoate sebagai sampel yang akan di relristalisasi 3.Kertas
saring sebagai penyaring campuran 4.Gelas
kimia sebagai wadah hasil filtrat |
Untuk
Memurnikan asam benzoat dengan metode Rekristalisasi |
Hasil
yang didapatkan adalah terbentuknya kristal-kristal |
7.2 metode Sublimasi
|
Prosedur |
Fungsi alat dan bahan |
Tujuan |
Hasil |
|
1.
Dimasukkan 2 gr naftalena kedalam cawan penguap 2.
Dibuatlah lobang-lobang kecil pada kertas saring serta tutup cawan penguap
dengan kertas saring tersebut 3.
Disumbat crong dengan gelas walls atau kapan kemudian letakkan cawan tersebut
di atas kasa pembakar 4.
Dinyalakan api dan dipanaskan dengan api yang kecil 5.
Dihentikan pembakaran saat zat yang ingin disublimasi telah habis 6.Dikumpulkan
zat terdapat pada kertas saring dan corong kaca 7.Didapatkatkan
hasil bahwa Kristal berwarna putih |
1.Naftalena
berfungsi sebagai sampel yang akan dimurnikan 2.Kertas
saring berfungsi sebagai mengumpulkan zat yang sudah disublimasi 3.Bunsen
sebagai alat pemanasan 4.
Corong sebagai penyumbat cawan penguap saat sublimasi akan dilakukan 5.Cawan
penguap sebagai wadah tempat meletakkan naftalena yang akan di sublimasi |
Untuk
Memurnikan naftalena dengan metode sublimasi |
sampel
naftalena yang tercemar sebesar 2 gram pada percobaan ini menghasilkan
Kristal serbuk-serbuk yang berwarna putih |
7.3 Metode Destilasi
|
Prosedur |
Fungsi alat dan bahan |
Tujuan |
Hasil |
|
1.Dituangkan
25 ml etanol kedalam gelas ukur 2.Ditambahkan
aquades sebanyak 25 ml 3.Dimasukkan
larutan kedalam labu destilasi 4.Ditutup
labu tersebut yang dilengkapi pada thermometer 5.Presenpoin
pada thermometer harus tepat pada persimpangan labu destilasi 6.Dinyalakan
pembakar spiritus kemudian catat temperature pertama kali mendidih 7.Ditampung
destilat sebanyak mungkin |
1.Gelas
ukur berfungsi sebagai mengukur banyaknya etanol yang dituangkan 2.
Aquades sebagai pelarut dari etanol 3.
Labu destilasi berfungsi sebagai wadah meletakkan etanol dan aquaades 4.
Spiritus berfungsi sebagai pemanasan 5.
Termometer berfungsi sebagai pengukur suhu 6.
Etanol berfungsi sebagai sampel yang akan diuji |
Untuk
Memurnikan naftalena dengan metode sublimasi |
2
ml etanol yang dicampurkan dengan 2 ml aquades pada percobaan ini
menghasilkan destilat yang banyak ketika larutan tersebut mendidih |
VIII.
Pembahasan
Dari
data diatas dapat diperoleh bahwa , suatu sampel zat padat bisa dimurnikan
dengan berbagai metode yakni metode rekristalisasi, metode sublimasi , metode
dan destilasi , dari metode ini memiliki kekurangan dan kelemahan masing
masing. Pemurnian zat padat disini diartikan sebagai ,yaitu memurnikan suatu
zat dari zat pengotornya dan hasil yang diperoleh memang hasil yang sangat
murni dari suatu zat tersebut.
Dari
data diatas bahwa pemurnian dengan metode rekristalisasi ini menggunakan zat
atau sampel asam benzoate yang dilakukan pada metode ini adalah asam benzoate
di panaskan terlebih dahulu setelah itu didinginkan baru di filtrasi dengan
kertas saring dilakukan secara berulang-ulang agar tidak ada zat pengotor yang
terpapar didalam zat asam benzoate itu, dan hasil yang didapatkan setelah direkristalisasi
secara berulang-ulang didapatkan lah Kristal-kristal yang murni dapat dilihat
dari video bahwa Kristal itu murni dengan menandakan warna Kristal itu bening
dan tidak ada pengotornya. Dengan metode rekristalisasi berhasil dilakukannya
pemurnian . hasil yang didapatkan ini bisa berhasil dikarenakan ketelitian
praktik dan kehati-hatian serta pemanasan yang dilakukan tepat sampe titik
didih serta penyarigan dilakukan secara berulang-ulang.
Pemurnian
yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode sublimasi , dengan menggunakan
metode sublimasi ini adalah menggunakan sampel atau zat naftalena metode ini
dilakukan dengan cara penguapan untuk mendapatkan hasil pemurnian zat naftalena
dan hasil yang didapatkannya adalah menghasilkan Kristal-kristal serbuk yang
berwarna putih.
Dan
metode yang digunakan terakhir adalah destilasi , metode destilasi ini
digunakan untuk memisahkan dan memurnikan suatu zat organik sampel atau zat
yang digunakan adalah etanol. Hasil yang didapatkan pada metode etanol adalah
menghasilkan larutan yang banyak saat didestilasi
IX.
Permasalahan
1.
Pada saat disublimasi sampel naftalena
meghasilkan Kristal serbuk putih apakah jika masih ada serbuk-serbuk pemurnian
itu bisa dikatakan berhasil?jelaskan
2.
Pada metode destilasi hasil yang didapatkan
hanya larutan , bagimana kita menguji larutan tersebut memang sudah murni ?
3.
Dengan kita melihat dari video itu
menggunakan berbagai macam metode yakni metode rekristalisasi, metode sublimasi
serta metode destilasi jadi menurut pendapat anda metode manakah yang baik
digunakan untuk memurnikan suatu zat dengan melihat hasil dari video tersebut?
X.
Kesimpulan
bahwa
ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memisahkan dan memurnikan zat
padat yaitu merode rekristalisasi , sublimasi, distilasi, filtrasi dan
evaporasi . Pada praktikum kali ini hanya memakai tiga metode untuk memurnikan
zat padat, yaitu metode destilasi, metode rekristalisasi dan metode sublimasi.
Pada praktikum kali ini Metode distilasi menghasilkan pemisahan campuran yang
dilakukan berdasarkan perbedaan titik didih dan zat terlarut sedangkan metode
rekristalisasi menghasilkan pemurnian zat yang dilakukan dengan cara melarutkan
zat kedalam suatu zat pelarut yang sesuai kemudian dikristalkan kembali dan
metode pemisahan sublimasi menghasilkan zat padat yang menjadi uap
terkondensasi secara langsung menjadi padatan tanpa melalui sebuah fasa cair.
XI.
Daftar Pustaka
Hariyanto
, sucipto. Dkk . 20015. Lingkungan
Abiotik . Surabaya : Airlangga Universitu prees
Maulana
, khoirroni delvi. Dkk . 2017. Peningkatan kualitas garam bledug melalui proses
rekristalisasi dengan peningkat pengotor CaO, Ba(OH)2 , (NH4)2CO3
. journal pf creativitystudent. Vol .
2 . No. 3.
Chandra,
Muhamad. 2016. Pemurnian. Jurnal Kimia FMIPA UNES. Vol.8. No.1.

Baiklah saya Nurhayati dengan NIM A1C119077 akan menjawab pertanyaan nomor 1.
BalasHapusPada saat di sublimasi sampel naftalena menghasilkan Kristal serbuk-serbuk putih dan pemurnian itu dikatakan berhasil karena hal ini merupakan memang yang seharusnya terjadi pada proses sublimasi. Dimana zat padat akan menyublim berubah menjadi uap, sedangkan zat penyampur tetap padat. Dan uap yang terbentuk karena adanya proses pendinginan berubah lagi menjadi padat dan menempel pada dinding alat pendingin. Dimana yang dimaksud dari zat padat yang menempel pada dinding alat pendingin ini yaitu serbuk-serbuk putih tersebut.
Baiklah perkenalkan saya gadis septyo wulandari dengan nim a1c119026 izin menjawab pertanyaan nomor 3.
BalasHapusDimana metode yang paling baik digunakan adalah metode rekristalisasi sebenarnya semua metode akan menghasilkan hasil yang baik dimana tidak ada pengotor lagi dengan cara dilakukan pemisahan berulang kali
Baiklah saya Lenny Friskha Tamba (A1C119035) akan menjawab pertanyaan no 2
BalasHapusDimana prinsip dasar distilasi adalah memisahkan zat sesuai titik didihnya, maka komponen zat dengan titik didih rendah akan menguap lebih dulu, sedangkan zat dengan titik didih lebih tinggi masih akan ditampung dalam labu destilasi. Proses penguapan komponen zat dilakukan dengan cara memanaskan labu destilasi untuk menguapkan komponen zat dengan titik didih yang lebih rendah, dan uap melewati kondensor atau cooler untuk mendinginkan komponen zat, sehingga diperkirakan akan berada di bawah. Kondisi suhu ini Distilat murni diperoleh dari bawah, sehingga akan mengembun atau berubah dari uap menjadi cair sehingga dapat ditampung dalam labu destilat atau labu berbentuk kerucut. Setelah sampel dalam labu alas bulat berkurang maka suhu akan meningkat karena jumlah sampel yang akan didistilasi berkurang. Di bawah suhu tinggi ini, proses distilasi dapat dihentikan dan distilat murni dapat diperoleh.