LAPORAN PRATIKUM KIMIA ORGANIK I

PERCOBAAN 5

REAKSI-REAKSI HIDROKARBON


 

 

DISUSUN OLEH :

DESRI INDAH RAHMADONA (A1C119041)

 

DOSEN PENGAMPU

Dr.Drs.SYAMSURIZAL, M.Si

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILIMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021


VII. Data Pengamatan

7.1 UJI BROMIN

PROSEDUR

FUNGSI ALAT DAN BAHAN

 

TUJUAN

 

HASIL

 

1. Dimasukkan sampel yang berbeda kedalam 6 tabung reaksi

2. Ditambahkan bromine setiap pada 6 tabung tadi

3. Ditutup masing-masing tabung reaksi dengan menggunakan alumanium foil dan

4. amati perubahan yang terjadi pada ke 6 tabung tersebut

 

 

1.Tabung reaksi sebagai wadah meletakkan sampel

2.Pipet tetes sebagai alat menambahkan larutan Bromin

3. Sampel berfungsi sebagai sampel yang  akan diuji

4. Rak berfungsi sebagai tempat tabung reaksi

 

 

Tujuan percobaan ini untuk melihat reaksi yang terjadi pada sampel yang berbeda-beda saat ditambahkan bromin. Dan perubahan fisik serta perubahan warna yang terjadi

 

Pada saat sampel ditambahkan bromin larutan mengalami perubahan pada 6 tabung reaksi yaitu menghasilkan warna orange pekat

 

 

7.2  UJI BAYER

PROSEDUR

 

FUNGSI ALAT DAN BAHAN

 

TUJUAN

 

HASIL

 

1. Dimasukkan sampel yang berbeda kdalam 6 tabung reaksi

2. Ditambahkan  KMnO4 sebanyak 3 ml kedalam masing-masing tabung reaksi

3. Diamati perubahan yang terjadi

4. Ditambahkan larutan Na2CO3 kedalam masing-masing tabung reaksi yang tadi

5. Diamati perubahan yang terjadi 

 

1.Tabung reaksi sebagai wadah meletakkan sampel

2.Pipet tetes sebagai alat menambahkan larutan Bromin

3. Sampel berfungsi sebagai sampel yang  akan diuji

4. Rak berfungsi sebagai tempat tabung reaksi

 

 

Tujuan percobaan ini untuk mengetahui perubahan warna maupun fisik yang terjadi pada sampel yang berbeda-beda ketika ditambahkan KMnO4  dan Na2CO3 .

 

Pada saat sampel ditambahkan bromin larutan mengalami perubahan pada 6 tabung reaksi yaitu menghasilkan warna yang berbeda-beda pada sampel

Sampel 1 + KMnO4 = terdapat 2 fase , fase atas seperti minyak , larutan ungu pekat

Sampel 2 + KMnO4 = tidak larut, terdiri dari 2 fase

Sampel 3 + KMnO4 = tidak larut dan larutan berwarna hitam

Sampel 4 + KMnO4 = terbentuk lendapan hitam dan larutan tidak berwarna

Sampel 5 + KMnO4 = tidak larut dan berwarna ungu pekat

Sampel 6 + KMnO4 = larut dan berwarna ungu pekat.

Setelah itu sampel tadi ditambahkan lagi Na2CO3

Sampel 1 + Na2CO3 = terbentuk endapan putih

Sampel 2 + Na2CO3 =  terbentuk endapan kemerahan

Sampel 3 + Na2CO3=  larut dan berwarna hijau tua

Sampel 4 + Na2CO3 = terbentuk endapan coklat tua

Sampel 5 + Na2CO3 = endapan coklat tua lebih banyak

Sampel 6 + Na2CO3 = larut , larutan berwarna ungu

 

 

VIII. Pembahasan

Dari pengamatan data diatas kita dapat mengetahui dengan demikian bahwa ketahui bahwa pada uji bromin, sampel yang berada dalam tabung reaksi bereaksi dengan sempurna ketika ditambahkan dengan bromin. Kenapa bisa dikatakan dengan sempurna itu dikarenakan tidak adanya terdapat 2 fasa saat sampel diberi dengan bromin oleh sebab itu larutan tersebut bereaksi dengan sempurna dikarenakan larutan pada sampel peka , energi transisi yang dihasilkan keci ,lalu larutan yang digunakan sejenis dengan bromin , serta larutan tersebut stabil sehingga bereaksi dengan cepat dan juga antara massa jenis bromin dan sampel yang terdapat itu massa jenisnya sama.

Pada uji Bayer digunakan 2 larutan yaitu KMnO4  dan Na2CO3 , yang dilakukan itu menggunakan reagen  yaitu KMnO4 , pertama itu memasukan sampel yang berbeda kedalam 6 tabung reaksi , setelah itu barulah dimasukkan reagen KMnO4 setelah diberi reagen tersebut sampel mengalami perubahan yaitu pada tabung 1 rerdapat 2 fase , fase diatas seperti minyak , dan larutan berwarna ungu pekat , pada tabung ke dua terdapat 2 fase , tabung ke tiga terdapat 2 fase juga dan larutan menjadi warna hitam , pada tabung ke dmpat terbentuk endapan hitam dan larutan berwarna bening , pada tabug ke enam tidak larut atau larutan terbentuk dua fase dan berwarna ungu pekat dan tabung ke enam larutan larut dengan sempurna dan larutan berwarna ungu pekat. Dari penjelasan diatas bahwa dari tabung 1 sampai 5 terdapat dua fase atau larutan tidak larut sedangkan tabung yang terakhir atau ke enam itu larutan larut , nah kenapa pada tabung 1 dan 5 larutan tidak larut , itu karena tabung 1 dan 5 ketika ditambahkan KMnO4 tidak larut disebabkan larutan yang digunakan dan sampel yang digunakan tidak sejenis , dan sampel tersebut tidak peka serta energi transisi yang tinggi membuat larutan tidak bereaksi atau larut dan tidak sukar bereaksi, lalu terdapat dua fasa larutan yang diatas adalah KMnO4 sedangkan sampel berada dibawah ini dikarenakan massa jenis sampel lebih tinggi dari massa jenis KMnO4. Pada tabung ke kenam larutan larut atau bereaksi dengan sempurna ini dikarenakan antara sampel dan KMnO4 mereka satu jenis dengan demikian membuat bereaksi dengan sempurna , dan sifat sampel yang peka terhadap reagen KMnO4 dan energi transisi nya keci yang membuat larutan tersebut bereaksi

Selanjutnya itu ke enam tabung yang telah dimasukkan KMnO4 lalu di campurkan lagi dengan reagen  Na2CO3 , yang terjadi pada tabung satu terbentuk endapan berarti terbentuk dua fasa endapan ini berwarna putih , pada tabung ke dua terbentuk dua fasa dan larutan yang dibawahnya berwarna kemerahan , tabung ke tiga larutan larut serta larutan menjadi warna hijau tua , pada tabung ke empat larutan tidak larut dan terbentuk endapan endapan berwarna coklat tua , tabung ke lima terbentuk endapan berwarna colat tua dan pada sampel ke enam larutan larut dan larutan berwarna ungu. Ini sama saja dengan penjelasan saya yang pada sampel yang diberikan reagen KMnO4, jika terdapat endapan atau terbentuk dua fasa berarti menandakan larutan tidak bereaksi dan jika larutan larut berarti larutan bereaksi. ada beberapa faktor yang mempengaruhi larutan ini larut yang pertama adalah kepekaan sampel, energi transisi yang kecil dan membuat bereaksi lebih cepat , untuk membuat larutan juga larut bisa yaitu dengan menggunakan reagen yang banyak seperti membandingkan antara sampel dan reagen yang digunakan contohnya menggunakan sampel dengan perbandingan 1 dan reagen 4.

VIII. Kesimpulan

Dari video diatas dapat disimpulkan bahwa Hidrokarbon alifatik jenuh sulit bereaksi dengan brom dan sulit untuk dioksidasi dengan KMnO4 sedangkan hidrokarbon alifatik tak jenuh mudah dioksidasi dengan KMnO4, tetapi senyawa aromatic mudah bereaksi dengan brom namun sulit diokisdasi dengan KMn04. Terdapat beberapa reaksi kimia yang dapat membedakan golongan senyawa hidrokarbon antara lain brominasi, oksidsi dengan KMnO4, dan oksidasi dengan Na2CO3. Lalu dengan menggunakan uji bromine dan bayer ada beberapa sampel yang tidak larut karena mungkin harus menggunakan katalisator yaitu seperti cahaya matahari atau pun larutan haru ditutup dengan dilampiskan dengan karton dan juga tabung reaksi di tutup bagian atas agar tidak terkontaminasi dengan udara yang masuk, agar reaksi dapat terjadi ataupun sebaliknya .

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi larutan bereaksi dengan sempurna yaitu kepekaan sampel yang digunakan , energi transisi yang kecil agar larutan dapat bereaksi karena jika energi transisi yang besar maka larutan akan sukar larut serta massa jenis dari larutan dan reagen dan terakhir adalah perbandingan antara sampel dan reagen yang dicampurkan

 

IX. Pertanyaan

1.      Katalisator untuk mempercepat laju reaksi yaitu adalah matahari , jadi jika kita menggunakan bukan matahari atau kita menggantikan matahari dengan cahaya lampu dirumah-rumah apakah bisa ? jelaskan?

2.      Apakah ada pengaruh udara dalam proses terjadinya reaksi hidrokarbon pada suatu larutan ?

3.      Mengapa pada uji bayer menggunakan reagen KMnO4 kenapa tidak menggunakan larutan yang lain?

X. Daftar Pustaka

Ahmad. 2005. Reaksi Senyawa Hydrocarbon. Jakarta : IT- Press

Muchtaridi. 2005. Kimia. Jakarta : Yudistira

Rahayu,Iman.2012. Kimia. Jakarta : Visindo.

Komentar

  1. Saya Novia Rahmadhani (A1C119023) izin menjawab pertanyaan nomor 1. Sebagai katalisator, kita juga bisa menggunakan alat sinar uv untuk dapat mempercepat laju reaksi, seperti misalnya lampu senter uv. Jadi jika kita bukan menggunakan sinar matahari biasanya diganti dengan menggunakan alat sinar uv tadi. Dimana dengan menggunakan alat ini, dapat menyebabkan reaksi kimia yang lebih cepat. Sebenarnya bisa menggunakan cahaya lampu yang berada di rumah tetapi prosesnya akan menjadi lebih lama.

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum. Saya Teguh Arizki (A1C119008) akan menjawab permasalah no 3.
    Uji bayer merupakan suatu uji untuk menunjukkan kereaktifan hidrokarbon alifatik, alisiklik, dan aromatic tehadap oksidator KMnO4 yang merupakan katalis. Sebenarnya bisa menggunakan reagen lain sebagai katalisnya, namun yang umum digunakan adalah KMnO4

    BalasHapus
  3. baiklah, saya mitha udhiyah dengan nim A1C119006 izin menjawab pertanyaan nomor 2. menurut saya, udara dapat mempegaruhi pada saat reaksi hidrokarbon itu berlangsung

    BalasHapus

Posting Komentar