LAPORAN PRATIKUM KIMIA ORGANIK I
PERCOBAAN
6
“REAKSI ALDEHID”
DISUSUN
OLEH :
DESRI INDAH RAHMADONA (A1C119041)
DOSEN
PENGAMPU
Dr.Drs.SYAMSURIZAL, M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN
ILIMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
VII.
Data Pengamatan
7.1 Identifikasi gugus aldehid
|
Prosedur |
Fungsi alat dan bahan |
Tujuan |
Hasil
|
|
1.
Pipet tetes berfungsi sebagai untu meneteskan asetaldehid 2.
Beker gelas berfungsi sebagai wadah ketika tabung reaksi dipanaskan 3.
Gelas ukur berfungsi sebagai untuk mengukur larutan yang akan dituangkan
kedalam tabung reaksi 4.
Tabumg reaksi berfungsi sebagai tempat meletakkan larutan yang akan diuji 5.
Lampu spritus berfungsi sebagai alat untuk melakukan pemanasan 6.
2,4 dinitrofenilhidrazin dengan HCl berfungsi sebagai larutan yang akan di
uji 7.
Aseton, asetaldehid berfungsi sebagai reagen
|
1.
Tujuan dimasukkan 2,4 dinitrofenilhidrazin dengan
HCl untuk melakukan uji reaksi aldehid
2.
tujuannya
untuk mengidentifikasi atau melihat apakah larutan 2,4 dinitrofenilhidrazin
dengan HCl menandakan apakah ada aldehid yang terkandung dalam larutan
tersebut
|
Hasil
yang didapatkan adalah terbentuk endapan kuning menandakan adanya aldehid
atau keton
|
7.2 Menggunakan Reagen Tollens
|
Prosedur |
Fungsi alat dan bahan |
Tujuan |
Hasil |
|
1.
Pipet tetes berfungsi sebagai untu meneteskan asetaldehid 2.
Beker gelas berfungsi sebagai wadah ketika tabung reaksi dipanaskan 3.
Gelas ukur berfungsi sebagai untuk mengukur larutan yang akan dituangkan
kedalam tabung reaksi 4.
Tabumg reaksi berfungsi sebagai tempat meletakkan larutan yang akan diuji 5.
Lampu spritus berfungsi sebagai alat untuk melakukan pemanasan 6.
AgNO3 0,1 N , berfungsi sebagai larutan yang akan di uji 7.
Aseton, asetaldehid , NaOH, NH4OH 2 N berfungsi sebagai reagen 8.
NaOH dan aquades berfungsi sebagai membersihkan tabung reaksi
|
|
asetaldehid
membentuk endapan cermin perak dan aseton tidak membentuk cermin perak Reagen
fehling A dan B
|
7.3 Reagen fehling A dan B
|
Prosedur |
Fungsi alat dan bahan |
Tujuan |
Hasil |
|
1.
Pipet tetes berfungsi sebagai untu meneteskan asetaldehid 2.
Beker gelas berfungsi sebagai wadah ketika tabung reaksi dipanaskan 3.
Gelas ukur berfungsi sebagai untuk mengukur larutan yang akan dituangkan
kedalam tabung reaksi 4.
Tabumg reaksi berfungsi sebagai tempat meletakkan larutan yang akan diuji 5.
Lampu spritus berfungsi sebagai alat untuk melakukan pemanasan 6.
fehling A dan B berfungsi sebagai
larutan yang akan di uji 7.
Aseton, asetaldehid berfungsi sebagai reagen
|
|
asetaldehid
membentuk merah bata dan aseton tidak terbentuk endapan merah bata
|
7.4 Uji lodoform
|
Prosedur |
Fungsi alat dan bahan |
Tujuan |
Hasil
|
|
1.
Pipet tetes berfungsi sebagai untu meneteskan asetaldehid 2.
Beker gelas berfungsi sebagai wadah ketika tabung reaksi dipanaskan 3.
Gelas ukur berfungsi sebagai untuk mengukur larutan yang akan dituangkan
kedalam tabung reaksi 4.
Tabumg reaksi berfungsi sebagai tempat meletakkan larutan yang akan diuji 5.
Lampu spritus berfungsi sebagai alat untuk melakukan pemanasan 6.
fehling A dan B berfungsi sebagai
larutan yang akan di uji 7.
Aseton, asetaldehid berfungsi sebagai reagen
|
|
asetaldehid
dan aseton membentuk endapan berwarna kuning
|
VIII.
Pembahasan
Dari
data diatas dapat diperoleh bahwa , untuk menentukan suatu zat itu apakah
mengandung aldehid kita bisa menggunakan tekni-tknik berikut ini yaitu
identifikasi gugus aldehid, reagen tollens, fehling dan uji iodoform. Dari
keempat teknik tersebut mempunyai teknik-teknik masing setiap uji.
Yang
pertama itu identifikasi aldehid disini kita bisa melihat zat yang akan diuji itu adalah dinitrofenilhidrazin
dengan HCl setelah itu dimasukkan dengan asetaldehid tujuan dari penambahan ini
untuk melihat apakah zat itu mempunyai gugus aldehid didalamnya , kita bisa
mengetahui bahwa zat atau larutan tersebut mengandung aldehid yaitu dengan cara
melihat perubahan warna yang terjadi pada tabung reaksi yang telah diberikan
larutan tadi jika larutan terdapat endapan warna kuning ini menandakan adanya
aldehid didalam larutan tersebut. Dengan demikian bahwa larutan tadi terdapat
endapan berwrna kuning dan menandakan adanya aldehid didalam larutan tersebut.
Selanjutnya
adalah menggunakan reagen tollens , pertama itu adalah tabung reaksi dibilas
dengan menggunakan NaOH dan aquades yaitu tujuannya agar tabung reaksi steril
dan tidak ada larutan atau zat yang ada ditabung reaksi menempel agar tidak
mempengaruhi keakuratan hasil percobaan ini dan data yang dihasilkan itu valid.
Pada uji tollens ini pertama itu menggunakan AgNO3 setelah itu
ditambahkan NaOH yaitu merupakan basa kuat , setelah itu terbentuklah endapan
coklat AgNO3 untuk menghilangkan endapan coklat ini diberikan NH4OH
tujuannya untuk menghilangkan endapan coklat yang terdapat pada larutan.
Setelah itu demikian diberikan asetalaldehid atau amonik untuk memperoleh
senyawa yang kompleks atau senyawa seutuhnya. Setelah itu terbentuk lah larutan
terbentuk cermin perak , karena aldehid mereduksi diammin perak dan terdapat
lah logam perak ,disebabkan larutan bersifat basa. Pada sampel menunjukkan
positif aldehid direaksikan pada oleh reagen tollens setelah itu larutan
dipanaskan dan terbentuklah endapan cermin perah , nah endapan cermin perak ini
menandakan bahwa menunjukan positif aldehid pada larutan ini.
Selanjutnya
itu menggunakan fehling , zat yang digunakan adalah fehling A dan B dan
ditambahakan dengan asetalaldehid tujuan diberikan asetalaldehid yaitu untuk
membentuk sampel menjadi warna merah bata jika postif aldehid , nah dan ketika
sampel dipanaskan terbentuklah larutan menjadi merah bata dan hasil ini
menunjukkan bahwa larutan mengandung positif aldehid.
Dan
yang terakhir uji iodoform nah zat yang digunakan adalah I2 kedalam
KI dan ditambahkan dengan NaOH yang tujuannya untu menghilangkan endapan
berwarna coklat pada sampl tadi pemberikan NaOH dilakukan secara terus menerus
sampai endapan ilang seutuhnya endapan yang dihasilkan ini oleh iodin. Setelah
endapan hilang barulah dipanaskan 5 menit , kenapa pemanasan dilakukan secara 5
menit itu karena jika lebih dari 5 menit nantik larutan tidak bereaksi dengan
sutuhnya dan tidak menghasilkan hasil yang diharapkan. Dan setelah dipanaskan
membentuk endapan kuning.
IX.
Permasalahan
1. 1. Kenapa pada percobaan uji iodoform itu harus
diberi NaOH agar endapan coklat dari iodin hilang , kenapa endapan tersebut
harus hilang?
2. 2. Kenapa pada percobaan pertama
identifikasi aldehid itu sampel atau larutan tidak dipanaskan
3. 3. Mengapa pada uji tollens endapan harus
ilang dan kenapa menghilangkan endapan menggunakan NH4OH?
X.
Kesimpulan
bahwa
ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menguji suatu sampel atau larutan
apakah mengandung aldehid didalamnya yaitu dengan menggunakan identifikasi
aldehid, uji tollens, fehling dan uji iodoform. Dan dapat kita mengetaui dengan
Aldehid bereaksi dengan 2,4 dinitrofenilhidrazin dalam
HCl dan asetaldehid endapan kuning yang
terbentuk menandakan adanya gugus aldehid , Asetaldehid membentuk endapan cermin perak pada uji
tollens serta
pada membentuk endapan merah bata pada uji fehling
A dan B,
Pada uji iodoform aldehid membentuk endapan berwarna kuning
XI.
Daftar Pustaka
Fessenden,
Ralph J, dan Fessenden, Joan S. 1997. Dasar-dasar
Kimia Organik. Jakarta :Bina Aksara.
Hart,
Harold. 1990. Kimia Organik. Jakarta
: Erlangga.

Assalamu'alaikum perkenalkan saya gadis septyo wulandari dengan nim A1C119026. Izin menjawab pertanyaan nomor 2. Sebenarnya fungsi larutan dipanaskan agar cepat bereaksi pada campuran tersebut akan tetapi pada sampel pertama ini reaksi nya tidak memakan waktu yang lama sehingga uji coba bisa dilakukan tanpa bantuan dipanaskannya larutan tersebut.
BalasHapusAssalamualaikum. Saya Teguh Arizki (A1C119008) akan menjawab permasalah no 1.
BalasHapusHilangnya endapan/perubahan warna tersebut menandakan terjadinya suatu reaksi. Kenapa endapan tersebut harus hilang, karena disini kita sedang membuktikan atau menguji reaksi-reaksi aldehid, dan pada uji iodoform tersebut hilangnya endapan/perubahan warna coklat menandakan terdapatnya aldehid.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh, perkenalkan nama saya desi anis satriani dengan nim A1C119014 akan mencoba menjawab pertanyaan no. 3. pada uji tollens ini hilangnya endapan menandakan bahwa adanya aledhid pada senyawa yang sedang diuji, hilangnya endapan itu karena endapannya akan menempel pada dinding tabung reaksi dan membentuk cermin perak, sehingga endapan harus hilang. lalu untuk menghilangkan endapan menggunakan NH4OH karena NH4OH adalah reagen pengendapan dengan kondisi optimum proses pada PH 4 dan juga NH4OH bersifat basa sehingga OH yang mengikat sampel akan berkurang
BalasHapus