JURNAL
PRATIKUM KIMIA ORGANIK I
PERCOBAAN
10
“PEMBUATAN SIKLOHEKSANON”
DISUSUN
OLEH :
DESRI INDAH RAHMADONA (A1C119041)
DOSEN
PENGAMPU
Dr.Drs.SYAMSURIZAL, M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN
ILIMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
PERCOBAAN
10
I.
Judul
: PEMBUATAN
SIKLOHEKSANON
II.
Hari,
tanggal : Senin,
26 -april-2021
2.1 Tujuan : untuk mengetahui bagaimana cara membuat sikloheksanon
III.
Landasan
Teori :
Pada
saat pembuatan sikloheksanol ini merupakan suatu example dari oksidasi alcohol
sekunder alisiklik yang akan menjadi keton alisiklik yaitu dengan menggunakn
suatu oksidator kalium dikromat pada suasana asam (Suja, 2000).
Pada
suatu reaksi senyawa organik , suatu reaksi redoks(reduksi-oksidasi) akan
dikaitkan oleh mengirim suatu oksigen dan hydrogen. Apabila suatu senyawa akan
mengikat oksigen maupun akan elepaskan hydrogen akan dikatakan oleh mengalami
oksidasi. Dan apabila mengikat suatu hydrogen maupun akan melepaskan oksigen
akan dikatakan mengalami suatu reduksi (frieda, 2000).
Menggunakan
suatu sikloheksanol secara yang sangat berlebihana akan terjadi reaksi produk
sintesis yang hasil akhirnya masih terdapat sisa dari sikloheksanon. Suatu
reaksi akan bisa terjadi disebabkan oleh memakai keton yang sangat keterlaluan
atau sangat berlebihan sekali pada suasana basa yaitu akan mengalami reaksi
kondensasi aldol anatar senyawa keton. Siklohesanon bisa akan beperan sebagai
elektrofil maupun neuklofil pada suatu reaksi kondensasi aldol (puteri,2017).
IV.
Alat
dan Bahan
4.1
Alat
1. Gelas
kimia
2. Wadah
kaca
3. Thermometer
4. Gelas
ukur
5. Labu
500 ml
6. Pengaduk
Bahan
1. Permanganat
2. Sikloheksanon
3. Air
panas
4. Air
dingin
5. Kristal
kalium permanganate
6. asam
klorida
V.
Prosedur
Kerja
1.
Dimasukkan permanganat kedalam wadah
kaca dan ditambahkan beberapa tetes siklohesanon
2.
Diberikan api pada permanganat dan
siklohesanon
3.
Diamati apa yang terjadi
4.
Selanjutnya , dimasukkan 150 ml air panas kedalam labu yang
diletakkan diatas alat spin untuk mengaduk aquades
5.
Dimasukkan Kristal kalium permanganat 32
gr 2 molar
6.
Dimasukkan 5 gr natrium hidroksida
7.
Dimasukkan 10 gr sikloheksanon kedalam
labu
8.
Diamati suhu dan reaksi yang terjadi
pada larutan
9.
Lalu labu tadi diletakkan didalam air
berisi air es
10. Ditambahkan
lagi beberapa tetes sikloheksanol
11. Didinginkan
larutan didalam labu sampai menjadi larutan bersuhu kamar
12. Disediakan
air sebanyak 20 ml dan ditambahakan larutan yang ada didalam labu tadi
13. Amati
perubahan yang terjadi
14. Larutan
yang berada dalam labu dimasukkan kedalam alat penyaring
15. Ditambahakn
asam klorida kedalam larutan yang telah disaring
16. Lalu
larutan di saring lagi
17. Lalu
diambil ampas atau endapannya yang berbentuk Kristal
Link video : https://youtu.be/29AgX-2Zig8
VI.
Pertanyaan
1.
Kenapa pada video dimasukkan air panas
kenapa tidak air biasa atau es?
2.
Apa yang menyebabkan larutan tadi bisa
menjadi endapan atau Kristal berwarna pink hambar?
3.
Kenapa labu perlu dimasukkan kedalam air
es ?

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusBaiklah perkenalkan saya Ike Sonia (A1C119032) akan menjawab pertanyaan nomor 3. Labu dimasukkan kedalam air es dikarenakan agar larutan yang berada didalam labu berubah suhunya menjadi suhu kamar dan untuk melihat perubahan yang terjadi pada labu
BalasHapusbaiklah saya Desi Anis Satriani dengan NIM A1C119014 akan mencoba menjawab pertanyaan no 1. dimasukkannya air panas bukan air dingin karena semakin tinggi suhu suatu pelarut maka akan semakin cepat pula reaksi yang akan terjadi sehingga kristal lebih cepat terbentuk
BalasHapusBaiklah saya Nurhayati dengan NIM A1C119077 akan menjawab pertanyaan nomor 2. Endapan atau kristal berwarna pink hambar dikarenakan akibat dari penambahan sikloheksanon pada langkah sebelumnya
BalasHapus