LAPORAN
PRATIKUM KIMIA ORGANIK I
PERCOBAAN 13
“EKSTRAKSI PADA SENYAWA ORGANIK”
DISUSUN
OLEH :
DESRI INDAH RAHMADONA (A1C119041)
DOSEN
PENGAMPU
Dr.Drs.SYAMSURIZAL, M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN
ILIMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
VII.
Data Pengamatan
7.1
UJI BROMIN
FUNGSI ALAT DAN BAHAN
5.Pengaduk
sebagai untuk mengaduk simplisia dan pelarut homogen
6.Plastik
hitam berfungsi sebagai agar simplisia tidak terkena paparan sinar matahari
7.Kertas
saring berfungsi sebagai memisahkan partikel kecil simplisia agar tidak
terbawa pada saat proses penyaringan
FUNGSI ALAT DAN BAHAN
8.
rotary evaporator sebagai alat untuk melakukan penguapan
9. water bath sebagai memisahkan kadar air dari ekstrak
|
PROSEDUR |
FUNGSI ALAT DAN BAHAN |
TUJUAN |
HASIL |
|
1.
Dihaluskan daun jati Belanda dengan blender |
1.Daun
jati Belanda sebagai simplisia atau sampel 2.Ayakan
berfungsi sebagai untuk penyaringan 3.Bejana
sebagai tempat meletakkan simplisia yang akan didiamkan selama 3-5 hari 4.Pelarut
untuk mendapatkan ekstrak dari simplisia |
Untuk
dapat menghaluskan daun jati |
Didapatkan
daun jati yang telah halus |
|
2.
Disaring atau diayak dengan ukuram 22 |
Untuk
mendapatkan bahan/simpilisia yang lebih halus |
Didapatkan
bahan/simplisia yang lebih halus |
|
|
3.
Ditimbang bahan yang telah dihaluskan sebanyak 100 gr |
Untuk
mempersiapkan bahan / simplisia yang akan dimasukkan kedalam bejana |
Didapatkan
bahan / simplisia yang siap dimasukkan ke dalam bejana |
|
|
4.
Dimasukkan bahan yang telah ditimbang ke dalam bejana |
|||
|
5.
Dibasahin dengan pelarut dengan perbandingan 1 bagian simplisia atau campuran dimasukkan ke 10 bagian cairan penyaring didalam bejana
kemudian diaduk rata |
Untuk
menghomogenkan simplisia dan pelarut |
Didapatkan
simplisia dan pelarut menjadi homogen |
|
|
PROSEDUR
|
TUJUAN |
HASIL
|
|
|
6.
Tutup bejana dengan plastik hitam kemudian disimpan ditempat yang kering dan
terlindung dari cahaya kemudian |
untuk tidak terkena cahaya udara
dan kelembapan |
Didapatkan
bejana yang kering dan terlidung dari cahaya matahari |
|
|
7.
Ditutup dan didiamkan selama 3-5 hari didalam bejana dan diaduk Selama 6 jam
sekali |
Agar
dapat dilakukan proses maserasi |
Didapatkan
hasil ekstraksi |
|
|
8.
Dipisahkan hasil ekstraksi Dengan menggunakan kain planel atau kertas saring |
untuk
memisahkan partikel kecil simplisia yang terbawa saat proses penyaringan |
Didapatkan
partikel kecil yang terpisah dari simplisia |
|
|
PROSEDUR
|
TUJUAN |
HASIL
|
|
|
9.
Melakukan pengulangan perendaman menggunakan pelarut yang sama dilakukan
sebanyak 3 kali pengulangan |
Untuk membandingkan hasil yang
didapat untuk mendapatkan hasil yang sesuai dan benar |
Didapat
hasil ekstrak |
|
|
10.
Dilakukan kembali penyaringan menggunakan kertas saring |
Untuk
memastikan partikel halus tidak terbawa |
Didapatkan
|
|
|
11.
Setelah didapat hasil penyaringan dilakukan penguapan dengan alat rotary
evaporator |
Untuk
didapatkan ekstrak cair dari larutan yang telah disaring |
Didapatkan
ekstrak cair dari larutan ang telah disaring |
|
|
12.
Setelah didapat ekstrak cair dari hasil penguapan kemudian dilakukan
penguapan kembali dengan menggunakan alat water bath |
Untuk
memisahkan kadar air dari ekstrak |
Didapatkan
air yang terpisah dari eksstraknya |
VIII.
Pembahasan
Dapat
kita lihat pada Vidio bahwa , ekstraksi dengan menggunakan metode maserasi itu
merupakan pemisahan senyawa dengan perendaman simplisia dan diberi pelarut ,
pelarut yang digunakan sesuai dengan senyawa yang ingin kita pisahkan misalnya
kalau ingin memisahkan senyawa yang sifatnya polar maka menggunakan etanol dan
begitu pula sebaliknya.
Pada
Vidio pertama yang dilakukan adalah penghalusan daun jati dengan cara
memblender tujuan pengalusan simpilisa adalah agar mempermudah
proses ekstraksi yang dimana ketika dilakukan pengalusan akan memperluas
permukaan partikel simplisia sehingga semakin besar kontak permukaan partikel
simplisia dengan pelarut dan mempermudah penetrasi pearut kedalam simplisia
sehingga dapat menarik senyawa senyawa dari simplisia lebih banyak, setelah itu
diayak setelah simplisia menjadi serbuk baru diletakkan pada bejana dan
diberikan pelarut setelah itu lalu bejana di tutup , lalu bejana ditutup
menggunakan plastik hitam agar bejana tidak terkena sinar matahari tujuannya
agar simplisia yang ada didalam bejana tidak terkontaminasi dengan sinar
matahari karena ada beberapa senyawa yang ketika terkena sinar matahari maka
senyawa tersebut bisa rusak. Setelah itu diletakkan di lemari dan setiap 6 jam
sekali di aduk tujuan pengadukan adalah agar tidak ada residu yang terdapat
dalam bejana karena tidak boleh ada residu dan pengadukan bertujuan untuk
melarutkan zat aktif Membantu perpindahan dalam bahan aktif selama proses
maserasi serta membantu larutan simplisia mencapai kesetimbangan konsentrasi
lebih cepat. Setelah direndam selama 24 jam barulah larutan simplisia disaring
menggunakan kertas saring . Setelah disaring bekas simplisia tadi dilakukan
lagi proses yang pemasukan pelarut dan didiamkan selama 24 jam sebanyak 3 kali.
setelah itu larutan di masukkan kedalam alat rotary evaporator untuk memisahkan
senyawa dengan pelarutnya dan jika terdapat kristal maka itulah hasil ekstraksi
VIII. Kesimpulan
Dari
video diatas dapat disimpulkan bahwa
1. Metode maserasi ini merupakan suatu metode dengan
pemisahan dengan cara perendaman simplisia dan diberikan suatu pelarut.
2. Hasil dari perendaman simplisia yang sudah
disaring dapat dilihat bahwa larutan berwarna merah kecoklatan pekat setelah
itu barulah dimasukin ke dalam rotary evaporator untuk memisahkan larutan dari
pelarutnya dan jika larutan terdapat kristal nah itulah hasil ekstraksinya
3. Metode ini sangat sederhana dan bisa dilakukan
dirumah apalagi saat ini perkuliahan dilakukan secara daring oleh sebab itu
mahasiswa bisa melakukan percobaan ini dirumah masing-masing karena menggunakan
alat dan bahan yang mudah ditemukan
IX. Pertanyaan
1. Keberhasilan pada metode maserasi ini dapat di lihat dari bagian mana
?
2. Apa yang menyebabkan kegagalan dari pratikum ini
3. Jika perendaman simplisia dilakukan lebih dari 3 hari apa yang akan
terjadi? Apakah senyawa yang diperoleh lebih banyak atau sedikit. Jelaskan!
X.
Daftar Pustaka
Sembiring,
2007. http://eprints.polsri.ac.id/5172/3/BAB%20II.pdf
Susanty.
Dkk. 2016. Perbandingan metode ekstraksi maserasi dan refliks terhadap kadar
fenolik dari ekstrak tongkol jagung. Jurnal konversi. Vol.5.No.2
Tim
pratikum kimia analitik. 2021. Penuntut pratikum dasar-dasar Pemisahan
analitik. Jambi : universitas Jambi.

Baiklah Saya Sinta Marliya dengan NIM A1C119002 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 1
BalasHapuskeberhasilan dari percobaan ini dapat dilihat dari air rendaman yang berubah menjadi pekat, dan penyaringan yang dilkakukan berulang kali, serta pelarut yang digunakan tepat contohnya menggunakan etanol 96%
baiklah saya mitha udhiyah dengan nim A1C119006 izin enjawab pertanyaan nomor 3. jika simplisia direndam terlalu lama maka ditakutkan akan merusak senyawa-senyawa yang ada pada simplisia tersebut
BalasHapusAssalamualaikum. Saya Teguh Arizki (A1C119008) akan menjawab permasalah no 2. Sepeti yang kita tahu bahwa Metode maserasi ini merupakan suatu metode dengan pemisahan dengan cara perendaman simplisia dan diberikan suatu pelarut.
BalasHapusKegagalan akan terjadi apabila ada kesalahan saat perendaman simplisia atau pelarut yang tidak sesuai.